Manado, 21 Februari – Hari ini ditandai sebagai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, yang diperingati di SMA Negeri Tujuh Manado. Para siswa di sekolah ini memilih untuk merayakan acara ini dengan cara yang unik, yaitu mengubah sampah menjadi berbagai barang serba guna seperti bunga dekoratif, tas, dan objek berguna lainnya. Bahan baku untuk karya-karya ini mudah didapat dari lingkungan sekolah, termasuk plastik bekas, kemasan produk makanan, dan botol air mineral.
Menurut Kepala Sekolah, kreativitas dalam pengelolaan sampah mencerminkan kesadaran dan komitmen siswa dalam menjaga lingkungan. Dengan mengolah sampah secara kreatif, siswa tidak hanya menghasilkan karya yang luar biasa, tetapi juga berkontribusi pada pengalaman belajar yang berharga.
“Ternyata dari bahan sampah ini, tidak semua sampah itu tidak berguna; sebenarnya bisa menghasilkan dampak positif bagi orang lain,” ungkap Kepala Sekolah.
Ragam karya yang dihasilkan oleh siswa sangat beragam, mulai dari barang-barang yang terbuat dari plastik, kertas, sampah organik, dan lainnya. Karya-karya ini, yang dibuat oleh para siswa, memiliki potensi nilai komersial dan dapat dikembangkan dalam lingkungan mereka.
Selain mengubah sampah organik menjadi barang praktis, para siswa juga terlibat dalam mengubah sampah menjadi pupuk. Menurut salah seorang siswa, kegiatan ini memiliki arti penting dalam menjaga lingkungan yang sehat. Karya-karya yang dihasilkan oleh para siswa tidak hanya melibatkan pengolahan sampah, tetapi juga menjadi ungkapan kreativitas mereka, meningkatkan keterampilan mereka, dan memberikan kontribusi yang berarti untuk komunitas mereka.
“Dengan membuat barang-barang ini dari bahan sampah yang ada di rumah kita, kita tidak hanya mengubah sampah menjadi kreativitas tetapi juga mendapatkan nilai jual yang lumayan banyak,” ujar salah seorang siswa.
Acara ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak teman-teman sebaya untuk peduli terhadap sampah serta mendorong ulang pengelolaan sampah agar memiliki nilai positif bagi masyarakat. Irham dan Tristo melaporkan dari Manado.










